Mengelola Pendidikan di Tengah Wabah Covid-19

Tahun ajaran 2020-2021 ini merupakan tantangan besar bagi para pelaku di bidang Pendidikan dikarenakan adanya wabah Covid-19, dengan itu melalui kementrian Pendidikan dan kebudayaan diterapkan system pembatasan Sosial (Social Distancing) guna mengurangi penyebaran Covid-19 ini sehingga pembelajaran yang biasa dilakukan dengan tatap muka secara offline harus beralih ke Pembelajaran Daring. yang disingkat sebagai “Dalam Jaringan”

Sejalan dengan teori TRI (Technology Readiness Index), Hal yang paling mendasar dari pengelolaan Pendidikan ini yaitu tersedia nya fasilitas pembelajaran secara online seperti Software, Hardware dan Koneksi Internet, masalah lainnya sekolah atau perguruan itu sendiri yang mengabaikan fasilitas pembelajarannya. 

Masalah dari hal tersebut tentunya banyak dari siswa mengalami penurunan prestasi bahkan 8% nya mengalami Rawan Melanjutkan Pendidikan yang disebabkan kekurangan dalam memiliki perlengkapan yang dibutuhkan dalam pembelajaran daring, Bahkan beberapa orangtua mulai menyerah ketika pembelajaran ditahun 2021-2022 ini masih menggunakan sistem pembelajaran daring, hal yang dikemukakan para orang tua seperti ini

 “Sekolah boleh mengembalikan uang SPP tahun ini tidak ya, karena saya sudah tidak sanggup mengajar 4 anak saya yang masih sekolah, sementara 2 anak saya akan melanjutkan sekolah di tahun depan saja”

bahkan beberapa dari para pembaca juga mengetahui berita mengenai pembunuhan seorang anak karena tidak faham ketika diajari oleh orangtua nya, kasus kekerasan dalam rumah tangga semakin meningkat dengan adanya pembelajaran daring ini, 

“lalu apa yang harus dilakukan oleh sekolah sebagai penyelenggara pembelajaran daring ?”

Permasalahan lainnya terjadi karena banyak dari tenaga pendidik gagal memahami sistem pembelajaran daring, dimulai dari mengoprasikan teknologi, mental barriers, resisten, apatis, pasrah dan merasa discomfort dengan perubahan, selain itu fasilitas bagi siswa seperti software dan jaringan internet yang kurang memadai pun menjadi kelemahan dari sistem pembelajaran daring ini.

Dari aspek-aspek yang terjadi diatas, hal yang harus dilakukan oleh pihak sekolah adalah :

  • Mengidentifikasi, memetakan, dan mengelompokkan sumber daya manusia sekolah.
  • Menggunakan pengajaran satu lawan satu melalui pihak internal atau eksternal
  • Melakukan pelatihan secara berkala khusus untuk guru-guru  (IHT, MGMP, Workshop, Webinar
  • Mengidentifikasi siswa berpenghasilan rendah (melalui wali kelas)
  • Ditiindak lanjuti melalui pertemuan rutin
  • Pengadaan fasilitas belajar (bersyarat)
  • Jika anggaran dan jaringan sekolah terbatas, pilihan akhir adalah dengan mengoptimalkan kunjungan rumahKesimpulan 

Kesimpulan dari masalah yang dihadapi dari pengelolaan Pendidikan ini, sebagai kepala sekolah yang mewakili para tenaga pendidik, yaitu harus memberikan motivasi dengan berani mengambil terobosan baru, dan melakukan try and error sehingga para siswa dan guru tidak merasa jenuh, bosan, dan tidak teraliniasi yang menyebabkan perilaku introvert.

sumber : https://www.kompasiana.com/riadhuljannah5862/60f6636506310e0fa52daf02/mengelola-pendidikan-ditengah-wabah-covid-19