Jadilah Guru yang Hebat!

Oleh: M. Shalahuddin, S.S.I, M.Pd (Kepala SDIT Nurul Fajri, Cikarang Barat)

’’Guru biasa hanya bisa menceritakan. Guru yang baik mampu menjelaskan. Guru yang unggul mampu menunjukkan. Guru hebat bisa memberikan inspirasi,” ujar seorang penulis bernama William Arthur Ward.

Guru adalah sesosok manusia yang diberikan kelebihan untuk mentransfer ilmu kepada siswa. Kata Guru mempunyai makna ‘digugu dan ditiru’ yang artinya, mereka menjadi contoh dan panutan. Namun secara umum, Guru merupakan suatu pekerjaan yang mulia, dan disebut sebagai tenaga profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, melatih, mengarahkan, menilai, mengevaluasi dan mentransfer ilmu.

Keberhasilan seorang siswa di sekolah tidak hanya ditentukan antusias belajar yang tinggi. Banyak penopang lain untuk mewujudkan prestasi gemilang. Tidak banyak orang menyadari bahwa keberhasilan atau prestasi yang digapai pelajar sesungguhnya bukan murni hasil jerih payah pelajar itu sendiri, tetapi ada peran penting seorang guru disana, disamping peran signifikan orangtua.

Inti dari sebuah sekolah adalah guru. Guru merupakan pendidik yang bertanggung jawab memberi bimbingan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya.

Seoang Guru akan merasakan kesenangan yang luar biasa bersentuhan dengan siswa setiap hari, berinteraksi denganya selalu menentramkan, melihat para siswa sukses di kemudian hari sungguh sangat membahagiakan.

Guru adalah sumber inspirasi dan semangat bagi siswa, semangatnya siswa belajar di sekolah adalah ledakan dari semangatnya guru. Guru adalah model atau public figure bagi siswa, setiap langkah dan ucapan guru dijadikan contoh oleh siswa.

Peran guru di sekolah tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apapun. Oleh karenanya, guru harus benar-benar menyiapkan diri menjadi guru yang hebat. Guru hebat adalah guru yang mengabdikan dirinya secara totalitas dan memandang bahwa mencerdaskan siswanya adalah kewajibannya.

Diantara ciri utama guru hebat adalah: (1) Menjadi guru di hati siswa bukan menjadi guru di mata siswa. (2) Ucapan dan intonasinya jelas dan mudah dipahami. (3) Bobot keilmuannya sangat dalam dan luas. (4) Lugas dan sederhana. (5) Bersahabat dan peduli. (6) Kaya metode dan media.

Guru hebat bukanlah guru yang sudah memiliki sertifikat profesional, tetapi guru hebat adalah guru yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan guru-guru lainnya. Guru hebat selalu dirindukan peserta didiknya. Dia tidak sekedar mampu memulai kelas dengan penampilan pertama yang menggoda akan tetapi ia mampu mengakhiri kelas penuh kesan yang tak terlupakan.

Guru hebat senantiasa memikirkan dengan baik bagaimana mengakhiri kelas penuh sensasi dan berkesan.Kehadirannya tidak menjadikan peserta didik takut dan khawatir tapi justru mengundang kepenasaran karena performanya. Ia selalu memberikan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi kehidupan nyata peserta didiknya. Ia tidak sekedar menghantarkan materi ajar tapi ia mampu menyentuh hati murid untuk menyadari tentang manfaat mengetahui, memahami dan mempraktekkan pengajaran itu dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Para siswa tidak menguasai pelajaran bukan karena mereka tidak pintar, melainkan karena kurangnya motivasi dalam diri mereka untuk belajar. Tidak ada manusia yang dilahirkan di dunia dalam keadaan bodoh, namun bagaimana cara dunia memperlakukan merekalah yang membuat mereka terlihat bodoh.

Thomas Alva Edison yang hiperaktif dan dianggap bodoh oleh gurunya ternyata mampu membuka mata dunia dengan penemuan bohlamnya, atau Isaac Newton, Albert Einstein, Ludwig Van Beethoven dan orang-orang terkenal lainnya yang dulunya dianggap “BODOH”.

Sayangnya banyak para guru yang kurang mengerti dengan potensi yang dimiliki oleh para anak didiknya sehingga tak jarang tindakan kurang terpuji akhirnya dilakukan seperti mengintimidasi, menghukum bahkan memukul, bahkan yang lebih ekstrim mengeluarkan sang anak dari sekolah. Butuh guru hebat dan luar biasa untuk mengenali kemampuan murid-murid yang luar biasa.

Mari belajar memahami dan memberi inspirasi bagi murid-murid kita. Kita tidak akan pernah tahu jika salah satu dari mereka akan menjadi Thomas Alva Edison atau Albert Einstein berikutnya.

Sekarang, bila Anda seorang guru, Anda berada di bagian mana? Apakah Guru Biasa, Guru yang Baik atau Guru yang Hebat? Ininya mari kita ciptakan sebanyak-banyaknya siswa/siswa yang hebat dan luar biasa.

Jadilah guru hebat, bukan sekedar menyandang sederet titel akademik, tapi ia memiliki kemauan, kamampuan dan kesempatan untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap anak-anak didiknya. Ia bahkan tidak bisa tidur nyenyak, merasa bersalah dan berdosa kalau melihat salah satu anak didiknya tidak ada perubahan kearah yang lebih baik.

Guru Hebat itu sosok guru yang produktif dan efektif dengan karakteristik-karakteristik hebat. Selalu mencari dan berusaha untuk menguasai beragam teknik, metode, atau pendekatan mengajar melalui cara-cara baru yang menyenangkan dalam menyampaikan materi. Senantiasa memodifikasi teknik mengajarnya dan membuat anak-anak senantiasa menunggu kejutan apa yang akan disajikan di saat ia masuk kelas.

Guru Hebat itu harus kalian, kita, kamu atau saya! Karena seorang guru pantas untuk menyesal dan merugi kalau sekiranya anak-anak didiknya tidak lebih baik dan pintar dibandingkan dirinya sebagai guru. (*)